RSS

KURIKULUM KTSP SDN 2 KARANG BAYAN

15 Okt

 COV

KURIKULUM

TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SDN 2 KARANG BAYAN

 

KATA PENGANTAR

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35, mengenai standar nasional pendidikan.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan Kurikulum SDN 2 Karang Bayan ini dimaksudkan antara lain sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran  peserta didik diberi kesempatan  : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui Pembelajaran  Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAIKEM ).

Kurikulum yang dikembangkan ini tentuperlu penyeempurnaan dan kami mengharapkan adanya saran-saran untuk perbaikan selanjutnya.

Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Ka UPTD Dikpora) Kecamatan Lingsar, pengawas TK/SD, guru-guru, dan Stakeholders, karena berkat bantuan dan kerja sama yang baik , sehingga Kurikulum  SDN 2 Karang Bayan ini dapat diselesaikan.

BAB I

PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang

Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desenteralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum sekolah dasar pun menjadi perhatian dan pemikiran-pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebjikan.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan-bahan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkan apa yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksankan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.

Penyusunan KTSP ini juga memperhatikan kondisi riel SDN 2 Karang Bayan pada saat ini yang menjadi harapan kedepan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu satuan pendidikan. Dimana saat ini SDN 2 Karang Bayan yang luas tanah pekarangannya 24 are dan luas bangunan 571 M2 yang terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang kantor, 1 perpustakaan, 2 ruang gudang, 2 MCK guru, 2 MCK siswa dan bangunan pendukung berupa 2 unit perumahan dinas dan 1 unit mushola. Kemudian untuk tenaga pendidik 11 orang dan 1 orang tenaga kependidikan. Selanjutnya SDN 2 Karang Bayan memiliki 267 siswa yang kesehariannya dibagi menjadi 8 rombel belajar.

Dari data diatas SDN 2 Karang Bayan masih membutuhkan fasilitas ruang kelas baru (RKB) 1 lokal, kemudian untuk tenaga pendidik 1 orang guru kelas, sehingga Kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan memungkinkan untuk dapat menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di wilayah setempat.

Kurikulum SDN 2 Karang Bayandikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum ini disusun oleh satu tim penyusun yang terdiri atas unsur sekolah dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Barat, serta dengan bimbingan nara sumber ahli pendidikan dan pengawas pembina SDN 2 Karang BayanPengembangan kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya;
  2. beragam dan terpadu;
  3. tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
  4. relevan dengan kebutuhan kehidupan;
  5. menyeluruh dan berkesinambungan;
  6. belajar sepanjang hayat; dan
  7. Keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Pada akhirnya kurikulum ini tetap hanya sebuah dokumen, yang akan menjadi kenyataan apabila terlaksana di lapangan dalam proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas, hendaknya berlangsung secara efektif yang mampu membangkitkan aktivitas dan kreativitas anak. Dalam hal ini pada pelaksana kurikulumlah (baca: guru) yang akan membumikan kurikulum ini dalam proses pembelajaran. Para pendidik juga hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak, sehingga anak betah di sekolah. Atas dasar kenyatan tersebut, maka pembelajaran di sekolah dasar hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, mengembangkan aktivitas dan kreativitas anak, efektif, demokratis, menantang, menyenangkan, dan mengasyikkan. Dengan spirit itulah kurikulum ini akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di SD.

  1. Landasan
    1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
    2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
    3. Permendiknas RI No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
    4. Permendiknas RI No. 23 Tahun 2006 tentang Standar kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
    5. Permendiknas RI No. 24 Tahun 2006 dan No. 6 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Permen 22 dan 23 Tahun 2006
  1. Tujuan Penyusunan Kurikulum

KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di SDN 2 Karang Bayan Kabupaten Lombok Barat.

Tujuan pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan adalah tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Tujuan Tingkat Satuan Pendidikan merupakan rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu.

Ciri tujuan tingkat satuan pendidikan adalah sesuai dengan visi, dapat diukur, dan terjangkau yaitu :

  • Menyelaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  • Memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menjunjung kelestarian keragaman budaya
  • Memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan karakteristik peserta didik secara   optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya
  • Meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah
  • Agar pembelajaran berkeadilan untuk mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender
  1. Prinsip Pengembangan KTSP

Kurikulum SDN 2 Karang Bayan Lombok Baratini dikembangkan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP serta memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah

Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip sebagai berikut :

  1. Berpusat pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Peserta Didik dan Lingkungan.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

  1. Beragam dan Terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondidi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak deskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi dan jender.

  • Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

  • Relevan dengan Kebutuhan Hidup

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stake holders) untuk menjamin  relevansi pendidikan dengan kebutuhan hidup, termasuk di dalamnya kehidupan bermasyarakat, kalangan dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan ketrampilan pribadi, ketrampilan sosial, ketrampilan akademik dan ketrampilan vocasional adalah kebutuhan yang penting atau suatu keharusan.

  1. Menyeluruh dan Berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

  1. Belajar Sepanjang Hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum ini mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang sejalan dengan arah pengembangan manusia seutuhnya

  1. Seimbang Antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional, daerah, untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Antara kedua kepentingan tersebut harus saling mengisi, memberdayakan sejalan dengan falsafah negara kita Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Ngara Kesatuan Republik Indonesia.

BAB II

TUJUAN PENDIDIKAN

 

  1. Tujuan Pendidikan
  2. 1. Tujuan Pendidikan Nasional

Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertaqwa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bertanggung jawab dan demokratis

  1. Tujuan Pendidikan Dasar

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan yang lebih lanjut.

B.                 Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

  1. Visi Sekolah

Membina akhlaq, meraih prestasi, berwawasan global yang dilandasi nilai-nilai budaya luhur sesuai dengan ajaran agama.

  1. M i s i
    1. Menanamkan keyakinan / akidah melalui pengamalan ajaran agama
    2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan.
    3. Mengembangkan pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Olahraga, Seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi siswa.
    4. Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.
  1. Tujuan Sekolah

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Merujuk pada tujuan pendidikan dasar tersebut, maka tujuan SDN 2 Karang Bayanadalah sebagai berikut.

Pada tahun 2015:

  1. Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan.
  2. Meraih prestasi akademik maupun nonakademik minimal tingkat tingkat kabupaten/kota.
  3. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi.
  4. Menjadi sekolah pelopor dan penggerak bimbingan masyarakat sekitar.
  5. Menjadi sekolah yang diminati masyarakat luas.

BAB  III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.                Struktur Kurikulum

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa Struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Pendidikan Dasar (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.

  • Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
  • Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
  • Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Kelompok mata pelajaran estetika.
  • Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran untuk jenjang SD/MI/SDLB disajikan pada  Tabel 1.

Table 1.  Cakupan Kelompok Mata Pelajaran

No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan
1. Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agam.
2. Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta peningkatan kuulitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasikan keindahan dan harmoni. Kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
5 Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/Paket A dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportipitas dan kesadaran hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan prilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti kebebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Selanjutnya pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan pula bahwa:

  • Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olah raga, dan kesehatan.
  • Kelompok mata kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni, dan budaya, dan pendidikan jasmani.
  • Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuran, dan muatan lokal yang relevan.
  • Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan
  • Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SDN 2 Karang Bayanadalah sebagai berikut.

No Komponen Alokasi Waktu
Kelas
1 2 3 4 5 6
A Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama Pendekatan Tematik 3 3 3
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 6 6 6
5 Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 3 3 3
7 Seni Budaya dan Keterampilan 4 4 4
8 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan 4 4 4
B Mulok :
a. Bahasa Sasak 2 2 2
b. Bahasa Inggris 2 2 2
C Pengembangan Diri

·      Pramuka

·      Olah Raga Prestasi

( Catur ,Bulu Tangkis, Sepak Takrow , Sepak Bola )

2*) 2*) 2*)
Jumlah 30 31 32 36 36 36

2*) Ekuivalen 2 Jam Pembelajaran

Keterangan :

  1. 1 (satu) jam pelajaran alokasi waktu 35 menit dan 1 kali istirahat 25 menit.
  2. Kelas 1, 2 dan 3 pendekatan Tematik
  3. Kelas 4, 5 dan 6 pendekatan mata pelajaran
  4. Sekolah dapat memasukkan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal dan global, yang merupakan bagian dari mata pelajaran yang diunggulkan
  5. Mengenai pembelajaran tematis sekolah dapat menentukan alokasi waktu per mata pelajaran sedangkan dalam PBM menggunakan pendekatan tematis.

B.     Muatan Kurikulum

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar komptensi dan kompetensi dasar.

  1. Mata Pelajaran
  • Pendidikan Agama :

1.1.1    Pendidikan Agama Islam

Tujuan:

Pendidikan Agama Islam di SD/MI bertujuan untuk:

  1. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
  2. mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Ruang Lingkup :

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Al-Qur’an dan Hadits
  2. Aqidah
  3. Akhlak
  4. Fiqih
  5. Tarikh dan Kebudayaan Islam

Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

 

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

SKL Pendidikan Agama IslamSD/MI

  1. Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq
  2. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar
  3. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela
  4. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji
  5. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi
  • Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan :

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
  2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

 

Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara,  Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan
  2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum  dan peradilannasional, Hukum dan peradilan internasional
  3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM
  4. Kebutuhan  warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara
  5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di  Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi
  6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi
  7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka
  8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.

 

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI  :

  1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan
  2. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah
  3. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah
  4. Memahami hidup tertib dan gotong royong
  5. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis
  6. Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai pancasila
  7. Memahami sistem pemerintahan, baik pada tingkat daerahmaupun pusat
  8. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia, dengan kepatuhan terhadap undang-undang, peraturan, kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, dan menghargai keputusan bersama
  9. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa
  10. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri

 

 

  • Bahasa Indonesia

Tujuan :

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
  2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
  3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
  4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
  5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
  6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Mendengarkan
  2. Berbicara
  3. Membaca

Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.

 

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Bahasa Indonesia  SD/MI  :

  1. Mendengarkan

Memahami wacana lisan  berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat

  • Berbicara

Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana,    wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng,  pantun, drama, dan puisi

  • Membaca

Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama

  • Menulis

Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.

  • Matematika

Tujuan:

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
  4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
  5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Ruang Lingkup

Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Bilangan
  2. Geometri dan pengukuran

3.      Pengolahan data.

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Matematika  SD/MI  :

  1. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
  2. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
  3. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecepatan, debit, serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
  4. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
  5. Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel, gambar dan grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan data, rerata hitung, modus, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
  6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan
  7. Memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif
  • Ilmu Pengetahuan Alam

Tujuan:

Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya
  2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan,  teknologi dan masyarakat
  4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan
  5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam
  6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
  7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

 

Ruang Lingkup

  1. Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut.
  1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan,  serta kesehatan
  1. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
  1. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana
  1. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Ilmu Pengetahuan Alam  SD/MI  :

  1. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil pengamatannya secara lisan dan tertulis
  2. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan, serta manfaat hewan dan tumbuhan bagi manusia, upaya pelestariannya, dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  3. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia, hewan, dan tumbuhan, serta fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup
  4. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya, perubahan wujud benda, dan kegunaannya
  5. Memahami berbagai bentuk energi, perubahan dan manfaatnya
  6. Memahami matahari sebagai pusat tata surya, kenampakan dan perubahan permukaan bumi, dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia
  • Ilmu Pengetahuan Sosial 

Tujuan:

Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya
  2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
  3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan
  2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
  3. Sistem Sosial dan Budaya
  4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.

 

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Ilmu Pengetahuan Sosial  SD/MI  :

  1. Memahami identitas diri dan keluarga, serta mewujudkan sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga
  2. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga, serta kerja sama di antara keduanya
  3. Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
  4. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
  5. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional, keragaman suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia
  6. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
  7. Memahami perkembangan wilayah Indonesia, keadaan sosial negara di Asia Tenggara serta benua-benua
  8. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga, serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam
  9. Memahami peranan Indonesia di era global
  • Seni Budaya dan Keterampilan

Tujuan:

Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
  2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
  3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
  4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.

Ruang Lingkup

Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya
  2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik
  3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari
  4. Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni tari dan peran
  5. Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup ( life skills ) yang meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik.

Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang seni sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia. Pada sekolah yang mampu menyelenggarakan pembelajaran lebih dari satu bidang seni, peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang seni yang akan diikutinya. Pada tingkat SD/MI, mata pelajaran Keterampilan ditekankan pada keterampilan vokasional, khusus kerajinan tangan.

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI

  • Seni Rupa
  1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat
  2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat
  3. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan, manusia dan kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik
  4. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas
  5. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat
  • Seni Musik
  1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat musik sederhana daerah setempat
  2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib, daerah dan Nusantara
  3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana daerah setempat
  • Seni Tari
  1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari daerah setempat
  2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara
  3. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik Nusantara
  • Keterampilan
  1. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik konstruksi
  2. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan teknik meronce dan makrame
  3. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan berbagai bahan
  4. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan berbagai bahan

1.8   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Tujuan:

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
  2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
  4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
  5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
  6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
  7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

     Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan  Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepakbola, bolabasket, bolavoli, tenismeja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
  2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
  3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
  4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
  5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
  6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan,

berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung

  1. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan  P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SD/MI

  1. Mempraktekkan gerak dasar lari, lompat, dan jalan dalam permainan sederhana serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran, kerjasama, dan lain-lain
  2. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi, senam kesegaran jasmani (SKJ), dan aerobik
  3. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat, serta senam lantai
  4. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
  5. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan kekuatan otot, kelenturan serta koordinasi otot
  6. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar sekolah seperti perkemahan, piknik, dan lain-lain
  7. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengenal makanan sehat, mengenal berbagai penyakit dan pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba

2.Muatan Lokal

  • Bahasa Sasak

Tujuan:

Pendidikan Bahasa Daerah Sasak bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
  2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Daerah Sasak sebagai bahasa daerah.
  3. Memahami bahasa Daerah Sasakdan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
  4. Menggunakan bahasa Daerah Sasak untuk meningkatkan interakasi antar semasama masyarakat.
  5. Menghargai dan membanggakan sastra Daerah Sasak sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Ruang lingkup :

Pendidikan Bahasa Sasak mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Membaca .

Wajib diikuti oleh  semua peserta didik kelas Ihingga kelas VI. Alokasi waktu 2 jam pelajaran setiap minggunya.

 

Standar Kompetensi Lulusan( SKL )

SKL Bahasa Sasak   :

  1. Mendengarkan

Memahami wacana lisan  berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat

  1. Berbicara

Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana,    wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng,  pantun, drama, dan puisi

  1. Membaca

Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama

  1. Menulis

Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun

  1. Arah Pengembangan

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

  1. Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang memiliki pengetahuan tentang pengembangan diri yang  dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, dan tim/regu olahraga. Pengembangan diri pada SDN 2 Karang Bayan merupakan materi pendidikan yang harus diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik.

Pengembangan Diri yang diterapkan SDN 2 Karang Bayan meliputi Pengembangan diri terprogram dan Pengembangan tidak terprogram sebagai berikut :

  1. Pengembangan Diri yang terprogram

Pengembangan diri terprogram pada SDN 2 Karang Bayan bukan merupakan materi pendidikan yang harus diikuti peserta didik, namun merupakan kegiatan ekstrakurikuler pilihan.

Pengembangan diri yang terprogram sebagai berkut :

  • Kegiatan Ekstrakurikuler antara lain :

Kewiraan  :

  1. Pramuka
  2. Paskibra ( Pasukan Pengibar Bendera )

Olah raga prestasi antara lain :

  1. Atletik
  2. Catur

Seni :

  1. Vokal group/Paduan Suara
  2. Tari daerah

Akademik :

  1. Olimpiade MIPA
  2. Lomba mata pelajaran

2).  Peserta pengembangan diri adalah peserta didik yang memiliki minat dan bakat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh guru pembimbingnya.

3). Setiap peserta didik diperbolehkan megikuti lebih dari satu jenis pengembnagn diri jika memungkinkan.

 

  1. Pengembangan Diri yang tidak terprogram

Pengembangan diri yang tidak terprogram pada SDN 2 Karang Bayan merupakan pengembangan diri yang :

  • Wajib diikuti oleh semua peserta didik pada SDN 2 Karang Bayan, pelaksanaanya dilakukan pada jam intra sekolah.
    • Upacara Bendera ( kegiatan rutin setiap Hari Senin pagi )
    • Kegiatan Imtaq pada setiap Jumat pag
    • Mengucapkan salam ( kegiatan pembiasaan )
    • Kegiatan Keteladanan
  1. Pembinaan Ketertiban Pakaian Seragam Anak Sekolah
  2. Pembinaan Kedisiplinan
  3. Penanaman Nilai Akhlak
  • Diikuti khusus oleh semua peserta didik pada SDN 2 Karang Bayan yang beragama Islam, pelaksanaanya dilakukan pada jam ektra sekolah dan bekerja sama dengan Komite  Sekolah.
  • Pelaksanaan Imtaq
  • Sholat Duha ( kegiatan pembiasaan )
  1. Penanaman Budaya Minat Baca
  2. Penanaman Budaya Keteladanan
    • Penanaman Budaya Bersih Diri
    • Penanaman Budaya Bersih Lingkungan Kelas dan Sekolah
  • Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme

a.          Peringatan Hari Kemerdekaan R

b.         Peringatan Hari Pendidikan Nasional

c.          Peringatan Hari Ulang Tahun Lombok Barat

  1. Pengaturan Beban Belajar
    1. Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum, yaitu:
Kelas Satu Jam Pembelajaran Tatap Muka/Menit Jumlah Jam Pembelajaran Per-minggu Minggu Efektif Per-tahun Ajaran Waktu Pembelajaran/Jam Per-Tahun
1 35 30 37 37555 menit
2 35 31 37 38850 menit
3 35 32 37 41440 menit
4 35 36 37 46620 menit
5 35 36 37 46620 menit
6 35 36 34 42840 menit

b.         Ketuntasan Belajar

REKAP  KKM  SDN 2 KARANG BAYAN
 TAHUN 2015/2016
NO MATA PELAJARAN KELAS JLH RATA-RATA
I II III IV V VI
1 AGAMA 65 66 67 71 72 75 416 573
2 PPKN 65 66 67 71 73 75 416,54 69,42
3 BHS. INDONESIA 62 65 68 70 71 72 408,1 68,02
4 MATEMATIKA 62 63 64 70 70 73 402,04 67,01
5 IPA 63 64 65 70 70 73 405,02 67,5
6 IPS 63 64 64 70 71 74 405,53 67,59
7 SBK 64 65 65 71 73 75 412,98 68,83
8 PENJAS 65 66 68 71 73 75 418 69,67
9 MULOK 64 65 66 71 74 75 415 69,17
JUMLAH 573 584 594 634,2 647 667 3699,21 1120,2
RATA-RATA 63,67 64,89 66 70,47 71,89 74,11 411,02 68,5

 

 

  1. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
  • Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.

  1. Kriteria Kenaikan Kelas:
    1. Peserta didik dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti.
    2. Tidak terdapat nilai di bawah KKM pada mata pelajaran Agama, PKn, dan Bahasa Indonesia.
    3. Maksimal ada 2 nilai dibawah KKM, dengan nilai minimal permata pelajaran 4,00
    4. Memiliki nilai minimal Baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti.
    5. Peserta didik memiliki nilai raport semester 1 dan 2
    6. Nilai rapor diambil dari nilai pengamatan, nilai harian, nilai tugas/PR, nilai tes tengah semester dan nilai tes akhir semester dijumlahkan untuk mencari nilai rata-rata setiap peserta didik dalam satu mata pelajaran, yang sesuai dengan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SDN 2 Karang Bayan.Nilai raport semester  I dan  II, dihitung dengan rumus

N  = X  + Y +2R

4

Keterangan :

N = Nilai Raport.                   R = Nilai Ulangan Semester

X = Nilai rata – rata ulangan harian

Y = Nilai rata – rata tugas / PR / porto folio.

  1. Kehadiran peserta didik di kelas mencapai minimal 90%.
  1. Penentuan kenaikan kelas

 

  1. Penentuan peserta didik yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan KKM, sikap/penilaian/budi pekerti dan kehadiran peserta didik yang bersangkutan.
  2. Peserta didik yang dinyatakan naik kelas, rapornya dituliskan naik ke kelas ….
  3. Peserta didik yang tidak naik kelas harus mengulang di kelasnya.
  1. Kriteria Kelulusan

 

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran; agama dan akhlaq mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, jasmani olahraga dan kesehatan.
  3. Lulus Ujian Akhir Sekolah /Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan Nasional yang berlaku.
  4. Tidak terdapat nilai di bawah KKM
  5. Peserta didik memiliki raport dari kelas 1 s.d kelas 6 semester 1 sampai terakhir.
  6. Lulus Ujian Sekolah dan Ujian Praktik .
  7. Kehadiran di kelas mencapai minimal 85%.
  1. Penentuan kelulusan
  2. Penentuan peserta didik yang lulus dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai UASBN, nilai Ujian Sekolah, sikap/prilaku/ budi pekerti peserta didik yang bersangkutan dan memenuhi kriteria kelulusan.
  3. Peserta didik yang dinyatakan lulus diberi ijazah, dan rapor sampai dengan semester 2 kelas VI Sekolah Dasar.
  4. Peserta didik yang tidak lulus tidak memperoleh Ijazah dan mengulang di kelas sebelumnya
  5. Pendidikan Kecakapan Hidup (LIFE SKILL)

Pendidikan Kecakapan Hidup meliputi kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akademik, kecakapan vokasional.

Di SDN 3 Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, pelaksanaan life skill mencakup :

  • Kecakapan hidup personal meliputi :
  • Membaca Al-Qur`an
  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa(terintegrasi pada mata pelajaran agama)
  • jujur
  • disiplin
  • kerja keras(terintegrasi pada semua mata pelajaran)
  • Kecakapan Sosial meliputi
  • Terampil memecahkan masalah di lingkungannya
  • Memiliki sikap sportif
  • Membiasakan hidup sehat
  • Sanggup bekerjasama(terintegrasi pada semua mata pelajaran)
  • Sanggup berkomunikasi lisan dan tertulis
  • Terampil menjadi pembawa acara (MC)(terintegrasi pada mata pelajaran BahasaIndonesia)
  • Kecakapan Akademik meliputi :
  • Terampil dalam penelitian ilmiah seperti merencanakan dan melakukan penelitian dengan merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, dan membuktikan variabel
  • Terampil menerapkan teknologi sederhana(terintegrasi pada mata pelajaran IPA)
  • Kecakapan berpikir rasional(terintegrasi pada semua mata pelajaran)
  • Kecakapan vokasional
  • Kecakapan membuat sapu lidi
  • Kecakapan membuat ketupat
  • Kecakapan membuat arang.
  1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
  • Keunggulan lokal dikembangkan berdasarkan kondisi SDN 2 Karang Bayan Lombok Barat, antara lain membuat anyaman ketak, membuat sapu lidi, membuat ketupat ( diintegrasikan dalam pelajaran SBK / Mulok ).
  • Kepariwisataan , meliputi: membentuk, melestarikan kesenian setempat seperti: Rudat dan Tarian Daerah.
  • Keunggulan global yang dikembangkan antara lain : mengadakan kursus Bahasa Inggris(kerjasama dengan Komite Sekolah).

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang bermanfaat untuk pengembangan kompetensi peserta didik.

 

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup  permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

URAIAN KALENDER PENDIDIKAN SDN 2 KR. BAYANTAHUN  2015/2016

NO Tanggal / Bulan / Tahun Uraian Kegiatan
1 01 Juli s.d  26 Juli 2015 Libur setelah setelah kenaikan kelas.( libur semester genap )
2 01 Juli s.d  04 Juli 2015 Penerimaan Calon Peserta Didik Baru di Sekolah/madrasah
3 06 Juli 2015 Seleksi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Baru
4 7 Juli 2014 Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Calon Peserta Didik
5 8 s.d  11 Juli 2015 Daftar Ulang Peserta Didik Baru
6 17 s.d  18 Juli 2015 Hari Raya Idul Fitri 1436 H
7 25 Juli 2015 Persiapan Masa Orientasi Peserta Didik Baru.
8 27 Juli 2015 Hari pertama masuk sekolah
9 27  dan 28 Juli 2014 Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB)
10 17 Agustus 2015 Libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
11 23 September 2015 Libur Khusus (sebelum Hari Raya Idul Adha 1436 H)
12 24 September 2015 Libur Khusus ( Hari Raya Idul Adha 1436 H)
13 25 September 2015 Libur Khusus (Setelah Hari Raya Idul Adha 1436 H)
14 05 s.d  10 Oktober  2015 Ulangan Tengah Semester Ganjil tahun 2015/2016
15 14 Oktober 2015 Libur Tahun Baru Hijriah 1437
16 07  s.d  12 Desember Ulangan semester ganjil tahun 2015/2016
17 19 Desember  2015 Pembagian Raport semester ganjil
18 24 Desember  2015 Libur Maulid Nabi Muhammad, SAW.
19 21 Des  2015 s.d 02 Jan 2016 Libur Semester Ganjil
20 25 Desember  2015 Libur Hari Natal
21 01 Januari 2016 Libur Tahun Baru Masehi 2016
22 04 Januari 2016 Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Genap
23 08 Februari 2015 Libur Tahun Baru IMLEK
24 09 Maret 2016 Libur Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1938)
25 04 s.d  19 Maret 2016 Ulangan Tengah Semester Genap tahun 2015/2016
26 25 Maret 2016 Wafat Yesus Krestus
27 11 s.d 14  April 2016 Perkiraan Pra US 2016
28 1 Mei 2015 libur Umum Hari Buruh Nasional
29 04  Mei 2016 Libur Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
30 05 Mei 2015 Libur Kenaikan Yesus Krestus
31 09 s.d 12 Mei 2016 Perkiraan Ujian praktek 2016

 

 

 

 

 

32 22  Mei  2016 Libur Hari Raya Waisak
33 23  s.d  28  Mei 2016 Perkiraan  US 2016
34 06 s.d 11 Juni 2016 Libur keagamaan Awal bulan Ramadhan.
35 13 s.d 18 Juni 2016 Ulangan semester genap
36 25 Juni 2016 Pembagian Raport Semester genap
37 27 Juni s.d 05 Juli 2016 Libur keagamaan sebelum Hari Raya Iidul Fitri
38 06  s.d 07 Juli 2016 Libur keagamaan  Hari Raya Iidul Fitri
39 08 s.d 09 Juli 2016 Libur keagamaan setelah Hari Raya Iidul Fitri
40 11  s.d  23  juli 2016 Libur Semester genap
41 25 Juli 2015 Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jln. Soekarno-Hatta Giri Menang Gerung Telp (0370)  681540

 

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN LOMBOK BARAT

NOMOR: 821/ ….. /DIKBUD/2015

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS

PENYUSUNAN KALENDER PENDIDIKAN

BAGI SATUAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN PEMBINAAN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

TH PELAJARAN  2015/2016

Menimbang : bahwa untuk menyusun rencana program sekolah yang meliputi pengaturan waktu pembelajaran, minggu efektif belajar, dan hari libur, dipandang perlu menetapkan petunjuk teknis penyusunan kalender pendidikan sebagaimana diamanatkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2005 tentang Kewenangan Penetapan Kalender Pendidikan.
Mengingat : 1.

2.

3,

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pend

idikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003);

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor  4437)  sebagimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008  tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);;

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005  tentang  Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005  tentang  Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah, Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 084/U/2002 tentang Perubahan Sistem Caturwulan menjadi Sistem Semester;

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 125/U/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektif;

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 50 Tahun 2007 tentang Standar Pendidikan oleh Pemerintah Daerah;

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum;

Perturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentuk Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 32);

Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas Provinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2008 Nomor 7) Sebagaimana Telah Diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi Tata Kerja Dinas-dinas Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Lembaran Daearah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2011 Nomor 41);

Peraturan Daerah Lombok Barat nomor 9 tahun 2008 tentang pembentukan Dinas, Badan dan Kantor dalam Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat;

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

:

:

:

:

:

Menetapkan Petunjuk Teknis Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2015/2016 bagi satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Lombok Barat, sebagaimana tertuang dalam lampiran keputusan ini;

Penetapan Petunjuk Teknis Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2015/2016 ini sebagai salah satu acuan untuk menyusun rencana program sekolah yang meliputi pengaturan waktu kegiatan pembelajaran, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, dan hari libur peserta didik selama satu tahun pelajaran;

Biaya Pelaksanaan Pengadaan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2015/2016 , dibebankan pada Anggaran yang relevan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2015;

Hal-hal yang belum tercantum dalam keputusan ini akan diatur dan ditetapkan kemudian;

Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di     : Gerung

Pada Tanggal     : 1 Juni 2015

Kepala Dinas,

                                                                                    ILHAM, S.Pd. , M.Pd.

Pembina Tk.I (IV/b)

NIP. 19651231 198503 1 240

Tembusan:

  1. Bupati Lombok Barat di Giri Menang Gerung;
  2. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Barat di Gerung;
  3. Ketua Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Lampiran :

Tentang   : Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat

Nomor     : 821/ ……./Dikbud/2015

Tanggal   : 1Juni 2015

PETUNJUK TEKNIS

PENYUSUNAN KALENDER PENDIDIKAN

BAGI SATUAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN PEMBINAAN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN LOMBOK BARAT

TAHUN PELAJARAN 2015/2016

  1. Yang dimaksud dalam keputusan ini dengan:
  1. Satuan Pendidikan adalah Sekolah yang ada dalam lingkup Pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat yaitu SD, SDLB, SMP,SMPLB, SMPT, SATAP, SMA, SMALB, SMAT dan SMK;
  1. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran. Kalender Pendidikan mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur;
  1. Kegiatan Tatap Muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik, materi pembelajaran, pendidik dan lingkungan;
  1. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan;
  1. Kegiatan Mandiri Tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik;
  1. Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu. Meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri;
  1. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan yang berjumlah sekurang-kurangnya 34 minggu dan sebanyak-banyaknya 38 minggu;
  1. Waktu libur adalah masa tidak diadakannya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum dan hari libur khusus;
  1. Hari-hari pertama masuk sekolah adalah serangkaian kegiatan sekolah pada permulaan tahun pelajaran di luar kegiatan penyajian pelajaran, tetapi bukan waktu libur;
  1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan, dan menentukan keberhasilan belajar , bentuknya: Ulangan harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester dan Ulangan Kenaikan Kelas.
  1. Awal Tahun Pelajaran
  1. TAHUN PELAJARAN2015/2016 dimulai pada hari Senin, tanggal 27 Juli 2015 dan berakhir pada hari Sabtu, tanggal 25 Juni 2016;

 

  1. Masa Orientasi Peserta Didik Baru berlangsung selama 3 hari bagi peserta didik baru mulai, 27 s.d 29 Juli 2015, (kecuali SSN, dan Sekolah Model disesuaikan dengan program sekolah) diisi dengan:
  1. Kelas I PAUD FORMAL,PAUD NON FORMAL/SD diisi dengan pengenalan sekolah, sosialisasi cara belajar dan pengisian data dan pengisian buku laporan pribadi;
  2. Kelas VII pada SMP, SATAP, Kelas X SMA dan SMK diisi dengan Pendidikan anti korupsi dan Karakter Bangsa.
  1. Hari efektif masuk sekolah mulai hari Senin tanggal 27 Juli 2015.
  1. Penyusunan Program Kerja Sekolah

Sekolah berkewajiban menyusun Program Kerja, termasuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Permendiknas Nomor : 125/U/2002 Tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Efektif di Sekolah.
  1. Memperhatikan kebijakan pengembangan pendidikan nasional yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan serta Permendiknas yang mengatur penerapannya, meliputi:
  1. PERMENDIKNAS Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan dan Pelaksanaannya;
  2. PERMENDIKNAS Nomor : 19 dan 24 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan dan Standar Sarana PrasaranaPendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  3. PERMENDIKNAS Nomor: 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  4. PERMENDIKNAS Nomor: 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum;
  2. Memperhatikan Kebijakan Pemerintah Daerah /Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Barat yang tertuang dalam berbagai hal termasuk dalam rencana/program, visi dan misinya, Pedoman, intruksi, edaran dan petunjuk lainnya serta Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten;
  1. Mengacu pada pola rencana pengembangan sekolah dengan visi dan misi sekolah serta target mutu yang telah diprogramkan;
  1. Bersama semua komponen yang ada di sekolah mengidentifikasi semua kegiatan dan melaksanakannya sesuai urut prioritas;
  1. Dalam mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan yang akan dilaksanakan seperti menetapkan tujuan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, biaya yang diperlukan, sarana penunjang agar disesuaikan dengan kurikulum pendidikan sekolah;
  1. Penentuan jadwal kegiatan harus disesuaikan dengan Kalender Pendidikan Sekolah yang merupakan penjabaran lebih lanjut keputusan Kepala Dinas tentang petunjuk Teknis Kalender Pendidikan Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2015/2016 ;
  1. Penyusunan Program Kerja Tahunan Sekolah, Pengaturan Kelas, Penyusunan Jadwal Pelajaran, dan hari-hari pertama masuk sekolah dilaksanakan oleh kepala Sekolah dengan mengikutsertakan Wakil Kepala Sekolah, unsur Guru, Pegawai, dan Komite Sekolah .
  1. Pembagian Tugas dan Jadwal
  1. Pembagian tugas guru/pegawai agar dilaksanakan dengan memperhatikan kemampuan, jumlah tenaga yang tersedia, serta kemungkinan lainnya;
  1. Penyusunan Jadwal Pelajaran hendaknya dilaksanakan sedini mungkin dengan mempertimbangkan asas didaktik, metodik dan karakteristik setiap mata pelajaran.
  1. Kegiatan Belajar Mengajar
  1. Kegiatan Belajar Efektif dimulai serentak bagi semua sekolah pada hari Senin tanggal 27Juli 2015;
  1. Hari-hari Belajar Efektif agar dimanfaatkan secara sungguh-sungguh dan seoptimal mungkin untuk kegiatan belajar mengajar;
  1. Waktu Pembelajaran Efektif pada Tahun Pelajaran 2015/2016 berjumlah 223hari (37,17 minggu), yang dilaksanakan pada semester satu dan semester dua;
  1. Kegiatan awal tahun pelajaran, sekolah berkewajiban membuat program yang meliputi:
    1. Program Kerja Sekolah;
    2. Memvalidasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;
    3. Pembagian tugas guru dan komponen pendukung;
    4. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS);
    5. Program Supervisi.
  2. Kegiatan selama bulan puasa ( 13 – 25 Juni 2016 ) :
    1. Tanggal 13 s.d. 18 Juni 2016 Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)
    2. Tanggal 20 s.d. 24 Juni 2016 diisi dengan pengolahan nilai rapor dan kegiatan IMTAQ
    3. Tanggal 25 Juni 2016 pembagian rapor
  1. Kegiatan Tengah Semester
  1. Tengah Semester adalah penggalan separuh waktu yang ada pada setiap semester;
  2. Pada tengah semester, sekolah dapat melaksanakan kegiatan Ulangan Tengah Semester, dan dapat pula melaksanakan program porseni, karyawisata, lomba dan lain-lain yang bertujuan mengembangkan bakat, minat, kepribadian, prestasi dan kreativitas anak didik;
  1. Kegiatan tengah semester agar direncanakan dan dilaksanakan selama 6 (enam) hari.
  2. Kegiatan tengah semester untuk semeter 1 dilaksanakan minggu kedua Oktober 2015
  3. Kegiatan tengah semester untuk semeter 2 dilaksanakan minggu ketiga Maret 2016
  1. Kegiatan Akhir Semester
  1. Sebagai kegiatan akhir semester sekolah membagi Buku Laporan Pendidikan/Rapor kepada peserta didik. Hendaknya daftar nilai dan sistem penilaian dipersiapkan sejak awal semester sesuai dengan petunjuk penilaian yang berlaku;
  1. Ulangan Akhir Semester (UAS) dilaksanakan pada akhir semester ganjil, sedangkan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran;
  1. Penyelenggaraan UN/US Tahun Pelajaran 2015/2016 akan diatur dalam petunjuk tersendiri (Kepmen Dikbud, POS, dan Juknis).
  1. Pemanfaatan Hari Belajar

Dalam rangka usaha peningkatan layanan pembelajaran dan pemanfaatan hari-hari  belajar sekolah, maka Kepala Sekolah bertugas untuk:

  1. Mengadakan inventarisasi, evaluasi, dan analisa pemanfaatan hari-hari belajar tersebut;
  2. Melaporkan hasil evaluasi dan analisa pada setiap akhir semester.
  1. Hari-Hari Libur

Hari-hari libur bagi sekolah terdiri dari libur semester, libur umum, libur khusus, dan libur keagamaan (libur awal bulan Ramadhandan libur menjelang dan setelah hari raya Idul Fitri).

  1. Libur Semester
    1. Libur Semester Ganjil , dari tanggal 21 Desember 2015 s.d. 2 Januari 2016;
    2. Libur Semester Genap, dari tanggal 11 s.d. 23 Juli 2016
  1. Libur Umum
No. Hari Tanggal Libur
1. Jumat & Sabtu 17 & 18 Juli 2015 Hari Raya Idhul Fitri 1436 H
2. Senin 17 Agustus 2015 Hari Proklamasi Kemerdekaan RI
3. Kamis 24 September 2015 Hari Raya Idhul Adha 1436 H
4. Rabu 14 Oktober 2015 Tahun Baru Hijriah 1437 H
5. Kamis 24 Desember 2015 Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H
6. Jumat 25 Desember 2015 Hari Natal
7. Jumat 1 Januari 2016 Tahun Baru Masehi
8. Senin 8 Februari 2016 Tahun Baru Imlek 2567
9. Rabu 9Maret 2016 Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1938)
10. Jumat 25 Maret 2016 Wafat Yesus Kristus
11. Minggu 1 Mei 2016 Hari Buruh Nasional
12. Rabu 4 Mei 2016 Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
13. Kamis 5 Mei 2016 Kenaikan Yesus Kristus
14. Minggu 22 Mei 2016 Hari Raya Waisak
  1. Libur Khusus/Keagamaan.
    1. Libur keagamaan menjelang Hari Raya Idhul Fitri, 27 Juni s.d 5Juli 2016;
    2. Libur keagamaan setelah Hari Raya Idhul Fitri, 8d. 9 Juli 2016;
    3. Libur 2 (dua) hari kerja yaitu 1 hari sebelum dan 1 hari sesudah Idul Adha yaitu tanggal 23 dan 25 September 2015;
    4. Selama kegiatan US dan UN bagi Peserta Didik Kelas 1 – V SD, Kelas VII-VIII SMP , Kelas X-XI SMA dan
  1. Tugas Pembina

Bidang Pendidikan Dasar dan Bidang Pendidikan Menengah, Kepala UPTD, serta Pengawas Pendidikan bertugas antara lain untuk:

  1. Melakukan pengendalian, monitoring dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pendidikan, dan pemanfaatan hari-hari belajar yang telah ditentukan.
  1. Menyusun dan melaporkan hasil analisis
  2. Memberikan laporan saran-saran kepada Kepala Dinas terhadap temuan-temuan yang mendesak untuk ditindak-lanjuti.

K.Penutup

  1. Keputusan ini berlaku untuk semua sekolah, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Lombok Barat.
  1. Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri.
  1. Bila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan peninjauan kembali dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Gerung,   1    Juni 2015

Kepala Dinas,

  1. ILHAM, S.Pd. , M.Pd.

Pembina Tk.I (IV/b)

NIP. 19651231 198503 1 240

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KALENDER PENDIDIKAN SDN 2 KARANG BAYAN TAHUN  2015/2016

 

Hari JULI 2015 AGUSTUS 2015 SEPTEMBER 2015
Minggu   5 12 19 26   2 9 16 23 30     6 13 20 27
Senin   6 13 20 27   3 10 17 24 31     7 14 21 28
Selasa   7 14 21 28   4 11 18 25     1 8 15 22 29
Rabu 1 8 15 22 29   5 12 19 26     2 9 16 23 30
Kamis 2 9 16 23 30   6 13 20 27     3 10 17 24  
Jumat 3 10 17 24 31   7 14 21 28     4 11 18 25  
Sabtu 4 11 18 25   1 8 15 22 29     5 12 19 26  

 

Hari OKTOBER 2015 NOPEMBER 2015 DESEMBER 2015
Minggu   4 11 18 25   1 8 15 22 29     6 13 20 27
Senin   5 12 19 26   2 9 16 23 30     7 14 21 28
Selasa   6 13 20 27   3 10 17 24     1 8 15 22 29
Rabu   7 14 21 28   4 11 18 25     2 9 16 23 30
Kamis 1 8 15 22 29   5 12 19 26     3 10 17 24 31
Jumat 2 9 16 23 30   6 13 20 27     4 11 18 25  
Sabtu 3 10 17 24 31   7 14 21 28     5 12 19 26  
Hari JANUARI 2016 PEBRUARI 2016 MARET 2016
Minggu   3 10 17 24 31   7 14 21 28     6 13 20 27
Senin   4 11 18 25   1 8 15 22 29     7 14 21 28
Selasa   5 12 19 26   2 9 16 23     1 8 15 22 29
Rabu   6 13 20 27   3 10 17 24     2 9 16 23 30
Kamis   7 14 21 28   4 11 18 25     3 10 17 24 31
Jumat 1 8 15 22 29   5 12 19 26     4 11 18 25  
Sabtu 2 9 16 23 30   6 13 20 27     5 12 19 26  
Hari APRIL 2016 MEI 2016 JUNI 2016
Minggu   3 10 17 24   1 8 15 22 29     5 12 19 26
Senin   4 11 18 25   2 9 16 23 30     6 13 20 27
Selasa   5 12 19 26   3 10 17 24 31     7 14 21 28
Rabu   6 13 20 27   4 11 18 25     1 8 15 22 29
Kamis   7 14 21 28   5 12 19 26     2 9 16 23 30
Jumat 1 8 15 22 29   6 13 20 27     3 10 17 24  
Sabtu 2 9 16 23 30   7 14 21 28     4 11 18 25  
JULI 2016
Minggu   3 10 17 24/31
Senin   4 11 18 25
Selasa   5 12 19 26
Rabu   6 13 20 27
amis   7 14 21 28
Jumat 1 8 15 22 29
Sabtu 2 9 16 23 30

1

Keterangan :

Libur Semester

Kegiatan Tengah Semester                               Libur Puasa dan Idul Fitri

Libur Umum

Libur Khusus

UAS/UKK

Pembagian Raport

Hari Pertama Masuk Sekolah

Perkiraan Ujian Praktek                                 Perkiraan US SD             Perkiraan UTS

 

LAMPIRAN

  • SILABUS
  • RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

 
 

BERIKAN SARAN DAN KRITIKNYA YA

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: